 | H a i ! | Sep 15, 2007 |
Salam! Semoga Indonesiaku tercinta bangkit kembali...
Udah Lama nggak posting nih! sekedar iseng2 aja Dapet dari internet juga nih! sekedar penyegar suasana......kepada yg punya foto ngikut ng-upload ya Trio Macan mandi bareng: 4 ayam kampus jacuzzi:

Shoe attack mars Bush's Iraq visit The shoe-throwing incident happened as Bush discussed falling levels of violence in Iraq [AP] George Bush, the US president, has had a pair of shoes hurled at him at a press conference during his last surprise visit to Iraq before leaving office in January. An Iraqi reporter called Bush "a dog" and shouted out "this is the end" at Sunday's news conference in Baghdad, before throwing his shoes at the US leader. Bush, who had been giving a joint press statement with Nuri Al-Maliki, the Iraqi prime minister, ducked behind a podium as the shoes narrowly missed his head. He was reported to be unhurt after the attack by Muntadar al-Zeidi, a correspondent for Al-Baghdadiya television, the Associated Press news agency reported. The outgoing US leader had just told reporters that while the war in Iraq was not over "it is decisively on its way to being won," when al-Zeidi got to his feet and hurled abuse - and his footwear - at the US president.  Sign of contempt In Iraqi culture, throwing shoes at someone is a sign of contempt. The incident will serve as a vivid reminder of the widespread opposition to the US-led invasion of, and subsequent war in, Iraq - the conflict which has come to define Bush's presidency. Bush shrugged off the incident and quipped: "All I can report is that it's a size 10." Adil Shamoo, an Iraqi analyst at the Institute for Policy Studies in Washington DC, told Al Jazeera: "I think we should go beyond the shoe and think about the fact that the US should respect Iraq's sovereignty in order to regain respect of the Iraqi people and the Arab world. "I think Bush has increased terrorism against the United States and instablity in the Middle East because of his policies." The US president was in Baghad for unannounced talks on the pact between Iraq and Washington that will see American troops leave Iraq by 2011. Al-Maliki applauded security gains in Iraq and said that two years ago "such an agreement seemed impossible". Bush's visit to the Iraqi capital came just 37 days before he hands the presidency over to Barak Obama, who has vowed to withdraw troops from Iraq. sumber: http://english.aljazeera.net/news/middleeast/2008/12/2008121419453773379.htmlWah ini berita bagus hari ini! Ternyata ada orang paling berani dan nekat di dunia ini!!! Berani nimpuk sepatu ke muka preman no. 1 di dunia hehehe tapi yang saya sangat sesalkan dan sangat saya salahkan dari orang ini adalah : Kenapa kok ngelemparnya kagak kena gitu lho!!! KEBANGETEN dah!!! PEACE!!!
Download this and other original video files with Multiply Premium.
Saya dapat dari milis semoga bisa memberi pandangan dari sisi lain Suarapublika - Senin 3 November 2008 Halaman 7 Sangat Mendukung UU Pornografi Segelintir orang pintar telah menebar kebohongan tentang RUU Pornografi beberapa waktu lalu yang merupakan hasil godokan Tim 4, yaitu Depkumham, Depag, Menteri Pemberdayaan Perempuan, dan Depkominfo, selain Panja DPR. Intisari RUUP dapat dibaca dari empat pasal saja. Pasal 1, 4, 11, dan 12 gamblang menjelaskan tujuannya adalah 1) menghambat penyebaran pornografi yang mesum dan cabul (indecent and obscene sexually arousing material) dan 2) melindungi anak-anak (di bawah 18 tahun sesuai konvensi nasional) dari akses terhadap pornografi dan melindungi anak-anak dari dijadikan objek seks, 3) larangan pornografi disebarluaskan melalui berbagai media yang memuat persenggamaan, ketelanjangan, dan kesan ketelanjangan, persenggamaan dengan penyimpangan, kekerasan seksual, dan onani. 4) yang dikriminalkan adalah produsen, pengedar dan pelaku/model pornografi laki dan perempuan yang melakukan tanpa dipaksa. Silakan periksa, tidak satu pun dari 44 pasal RUPP yang mengancam atau berimplikasi mengancam keanekaragaman bangsa Indonesia atau mengancam pluralisme, atau mengkriminalkan tubuh perempuan, atau mengancam agama, atau mengancam seniman. Jika ada yang mengatakan demikian dan kita percaya, maka segelintir orang telah berhasil mengelabui kita. Mungkin karena mereka tidak menyadari bahwa penjara anak-anak kita sudah dipenuhi oleh pelaku kejahatan seks (80 persen menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia) sebagian besar setelah melihat pornografi melalui komik, VCD, dan lain-lain yang serbamudah dan meriah. Mungkin juga mereka tidak peduli perkosaan anak oleh anak terjadi di banyak kota dari Jambi sampai ke Kupang. Mungkin mereka tidak peduli bahwa 600 film persenggamaan buatan remaja dan mahasiswa di tahun 2007 gentayangan di internet, sementara tayangan kegiatan seks remaja ditebar melalui HP lebih banyak lagi (menurut survey Jangan Bugil Depan Kamera), 2.000 responden usia 8-12 tahun di Jabodetabek semua telah menonton pornografi (menurut survei 2007 Yayasan Buah Hati). Bukankah ini suatu pemborosan sumber daya manusia dan sumber daya ekonomi Indonesia ? Hebatnya lagi penyebar pornografi anak secara global pelakunya antara lain di Indonesia seperti diberitakan oleh CNN dan BBC ketika terbongkar situs pornografi anak berbasis Texas di tahun 2002. Penyebaran pornografi sangat sulit dibendung, seperti halnya penyebaran narkoba ilegal, apalagi tanpa undang-undang yang jelas. Semua produk hukum yang ada sekarang tidak mengandung kata pornografi, yang ada pengaturan kesopanan dan kesusilaan yang parameternya lebih tidak jelas dibanding dengan definisi pornografi dalam RUUP. Dengan disahkannya RUUP, maka Indonesia akan lebih mendekati standar internasional sebagaimana yang disarankan oleh ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography and the Trafficking of Children for Sexual Purpose). Indonesia seharusnya menyelaraskan hukumnya dengan definisi internasional mengenai pornografi anak. Sangat penting bahwa di dalam RUUP tercantum klausul-klausul mengenai pornografi anak yang melindungi anak-anak dari kejahatan pornografi secara efektif (Global Monitoring Report 2006) Inke Maris MA Secretary General The Save Indonesian Children Alliance (Aliansi Selamatkan Anak Indonesia)
Innalillahi wa innaillaihi rajiun Hari ini saya melihat kabar di tv bahwa telah meninggal 21 orang akibat berdesak-desakan dalam pembagian zakat yang diadakan di rumah H. Syaichon Purutrejo, Pasuruan Jawa Timur.Kejadian ini berlangsung siang ini dimana masih memungkinkan bertambahnya korban di lokasi tersebut. H.Syaichon merupakan seorang pengusaha sarang burung walet yang sudah sejak tahun 1975 sampai sekarang rutin membagikan zakat di tiap tanggal 15 Ramadhan. Pembagian secara langsung tanpa adanya kupon dan diperuntukan hanya untuk kaum wanita tersebut berjalan lancar ditiap tahunnya kecuali tahun ini yang ternyata merunggut nyawa manusia. Kondisi ini disebabkan akibat membludaknya jumlah orang yang datang hingga ribuan yang tidak sebanding dengan tempat yang sempit dan pengamanan yang minim(tidak ada koordinasi dengan aparat). Pada saat terjadinya kejadian yang ditayangkan lewat TV masih dapat terlihat korban meninggal akibat terjatuh dan terjepit di pinggir pagar namum belum dievakuasi akibat banyaknya orang-orang dibelakangnya. Muka korban yang telah membiru terlihat diantara besi pagar dan disampingnya terdapat seorang wanita yang juga terjatuh dengan raut meringis memohon pertolongan segera. Seorang anak (sekitar 3 th) sempat diangkat dan dipisahkan dari ibunya yang masih terjepit sambil menangis sekuat tenaga. Tayangan tersebut membuat miris hati saya apalagi jumlah zakat yang dibagikan perorangnya sebesar Rp 30.000 rupiah yang membuat orang-orang yang merasa 'miskin' rela berdesak-desakan dari pukul 6 pagi hingga siang ini sampai-sampai kehilangan nyawa mereka!, Ironis memang. Sebegitu murahkah nyawa mereka? Entahlah..... Sebenarnya kejadian semacam ini bukan hal yang pertama. Telah terjadi pada tahun sebelumnya yaitu pada tanggal 28 September 2007 di Gresik mengakibatkan 1 orang meninggal dan November 2003 di Pejaten Jakarta yang menelan korban 3 orang meninggal. Ada hal yang harus menjadi perhatian kita semua adalah: - Apakah kondisi ini memperlihatkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga Zakat yang ada(khususnya pemerintah)? saya sendiri lebih baik menyalurkan lewat masjid lingkungan rumah daripada di setor kan ke lembaga zakat pemerintah....(salah nggak ya?) - Koordinasi lapangan yang harus siap bagi penyelenggara hajatan tersebut baik dari sistem pembagian, pengamanan, antisipasi kecelakaan, dsb. karena hal ini telah memperlihatkan beberapa kasus yang merenggut nyawa manusia. - Dan yang paling menjadi keprihatinan saya adalah: 1. Budaya rebutan, nggak mau ngalah, nggak mau antri, nggak mau disiplin dan egois yang menjadi sumber dalam banyak masalah negara ini. Kondisi ini tidak hanya diperlihatkan melalui komunitas masyarakat miskin tapi merata hingga masyarakat mampu pun juga memiliki budaya ini (contoh kasus:bila ada yang pernah naik haji pasti merasakan hai ini). 2. jumlah orang kita yang merasa 'miskin' semakin banyak! tidak hanya terlihat dari kasus ini saja tapi kasus lainnya seperti pembagian BLTnya SBY, dsb. Ini memperlihatkan mental bangsa sebagai bangsa pengemis, tidak hanya pada skala rakyat jelata tapi juga sampai ke pejabat tinggi dan kebijakan permerintahnya (kasus minta-mintanya pemerintah masalah kebijakan pengembalian syamsul nursalim dari singapura, dsb) Mudah-mudahan kasus ini menjadi sebagian kecil memori kita untuk dapat diambil hikmahnya....Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, dosa orang-orang yang meninggal tersebut, dosa H. Syaichon sekeluarga, dosa orang-orang yang berdesak-desakan, dosa aparat, dosa pemerintah dan semuannya...amin.
Hari Jumat 22 agustus di Metro TV saya melihat ulasan mengenai kontroversi pilkada dari seorang Inu Kencana mantan dosen IPDN yang dibebastugaskan (dipecat) lebih dini dari almameternya. Kontroversi itu tidak lagi mengenai IPDN maupun seputar ceritanya akan tetapi mengenai hubungan Inu dan sebuah partai yang ingin meminangnya menjadi balon( bakal calon) walikota Payakumbuh Sumatera Barat. Partai tersebut memiliki semboyan 'bersih, peduli, profesional' yang saya sendiri dulu juga memilihnya, siapa lagi kalau bukan Partai Keadilan Sejahtera. Kontroversi itu berawal dari pernyataan Inu ketika diwawancarai ketidakjadiannya sebagai balon walikota dari partai tersebut yang ternyata bermuara dari masalah uang. PKS memberikan syarat kepada Inu untuk menyediakan 1 miliar kalau ingin menjadi balon walikota. Hal ini diungkapkan secara blak-blakan menyikapi keinginan dia terjun di panggung politik. Tidak jadi balon walikota, kemudian Inu melamar jadi balon legislatif dari partai yang sama tapi jawaban yang diterima juga seputar masalah uang. Penolakannya terhadap persyaratan yang diajukan dikarenakan alasan Inu yang tidak memiliki dana sejumlah yang disyaratkan oleh PKS, selain itu Inu mengatakan bila dipaksakan juga toh ia sanggup mencarinya tapi pada ujung-ujungnya ia harus mengembalikannya sebagai utang juga. Ketika seorang pengurus partai (saya lupa namanya) dikonfirmasi mengenai hal itu, ia tidak membenarkan secara langsung [karena di dunia politik tidak ada jawaban ya atau tidak, selalu memutar-mutar biar yang denger jadi tulalit]. Jawabannya seputar pemilihan calon merupakan mekanisme yang tidak mudah dan sangat ketat karena membawa kredibilitas partai. Jawaban mengenai masalah uang ia menyatakan bahwa pilkada membutuhkan dana yang tidak sedikit dan partisipasi calon yang diusung memang sangat dibutuhkan. Saya mencoba membuka situs PKS, mengutip cuplikan dari sebuah artikel dengan judul Penolakan PKS terhadap Inu Kencana oleh Syaefudin Simon,mahasiswa Program Magister Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta antara lain sebagai berikut: http://www.pks.or.id/v2/index.php?op=isi&id=5535 Bahkan, lebih jauh lagi, karena pengkaderan PKS berbasis Islam, justru PKS menghindari orang-orang yang thoma' (tidak ikhlas) dan ujub (pamer) untuk dipilih sebagai calon legislator. Sebab, orang-orang yang thoma' dan ujub dalam pandangan Islam adalah orang-orang buruk dan tidak akan bisa memegang amanah.
Bagi PKS yang partai kader, suara kader jauh lebih berharga ketimbang popularitas dan ketokohan seseorang. Bahkan ketokohan dan popularitas seseorang, menurut sumber di PKS, bisa berakibat buruk terhadap "mekanisme sistemik dari bekerjanya mesin kader PKS". Dalam pilkada DKI, misalnya, PKS berani mengusung Adang Daradjatun, tokoh yang kurang dikenal massa Jakarta sebelumnya, dibanding Sarwono Kusumaatmadja, Rano Karno, dan lainnya yang saat itu berharap dipilih jadi calon gubernur oleh partai politik. Meskipun demikian, Adang, yang sebelumnya kurang popular, berkat energi kader PKS, perolehan suaranya hanya berselisih sedikit dibanding gubernur terpilih Fauzi Bowo, yang didukung oleh semua partai kecuali PKS. Menyikapi hal tersebut di atas timbul beberapa hal yang menjadi pertanyaan maupun tanggapan: -
Ia (Simon) tidak menyinggung masalah persyaratan uang yang ber-milyar yang diajukan PKS terhadap Inu, kenapa? Apa tidak berani jujur? Kalau itu benar merupakan persyaratan yang diajukan kenapa tidak langsung saja dikatakan? Pasti mereka (PKS) mempunyai argumen yang logis untuk hal tersebut. -
Pernyataan si simon tidak lebih berkesan (bicara tata bahasa politik) memberikan karakter individu seorang Inu dengan gambaran hanya memiliki modal kepopuleran, terlihat thoma dan bersifat ujub. Apakah hal ini sesuai dengan kaidah akhlak Islam dalam menyikapi seseorang?(siapa yang tau niat seseorang kecuali Allah SWT) -
Kalau melihat dari sisi ajaran Islam, apakah orang yang mengeluarkan uang bermilyar untuk menjadi kandidat kepala daerah (dijamin lebih dari 50%) bisa memegang amanah Allah? -
Kalau bicara kualitas kader yang lebih berharga, menyikapi kasus Adang Dorojatun, pernyataan dalam artikel tersebut menjadi membingungkan. Apakah PKS menerima balon nonkader dengan syarat si calon harus tidak populer? Atau Adang memiliki kriteria 'lain' yang cocok dengan PKS? Dan apakah kriteria lain itu?. Sekarang pun ia menjadi caleg dari PKS setelah kalah dari pilgub Jakarta.
Tulisan saya di sini tidak berusaha untuk membela Inu atau memojokan PKS tapi lebih menjadi keprihatinan saya terhadap situsi politik, berbangsa maupun bernegara di Indonesia. Beberapa hal yang menjadi keprihatinan saya: -
Money talks!! ternyata bukan rahasia umum lagi kalo pencalonan kepala daerah baik dari skala desa hingga negara membutuhkan modal yang besar terutama yang dibebankan kepada individu kandidat calon kepala daerah/legislatif. Baik sebagai biaya kampanye pilkada maupun setoran kepada organisasi atau individu yang berpengaruh dalam organisasi tersebut(seperti kepada partai besar yang masih memiliki tokoh yang dikultuskan). Banyak kasus yang terbongkar ketika calon tidak lolos menjadi kepala daerah maupun calon/kandidat. Seperti yang memilukan terjadi di Ponorogo terhadap HM Zuhri Yuli Nursanto http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/06/08233030/inilah.sms.cabup.depresi -
Jujur, bersih, amanah dsb berkonteks elastis tergantung kepentingan yang akan dicapai. Ketika individu yang dianggap layak untuk diusung, sifat tersebut di blow up dengan harga yang mahal melalui iklan di mass media. Tetapi sebaliknya bila dianggap dapat 'menjerumuskan' akan dianggap sebagai hal yang dibuat-buat dan diarahkan menjadi sifat pamer (ujub) atau tidak iklas (thoma'). Bagi saya pribadi yang benar2 jujur, iklas dsb hanya Allah SWT yang tahu, kita hanya bisa melihat satu sisi saja (sisi duniawi) melalui tindakan atau prestasi yang dilakukan di dunia ini seperti kasus IPDN yang dibongkar oleh seorang Inu tapi yang terjadi malah ia disingkirkan secara sistematis. Atau pengakuan seorang Agus Condro terhadap kasus BI Miranda Gultom(kita tidak tahu skenario apa dibalik itu) yang jelas bagi saya merupakan hal yang baik (precedent) untuk kelangsungan Negara ini. Atau komentar Anwar Nasution(Ketua BPK) yang memojokan khairiyansyah (pegawai BPK) ketika terjadi pengungkapan kasus Mulyana W. Kusuma oleh KPK.
Semoga tulisan ini menjadi masukan yang baik bagi para pembacanya dan bila ada kata-kata yang tidak mengenakan dihati mohon dimaafkan. Hmm..............selamat memilih yang terbaik diantara yang jelek-jelek hehehehe!! sumber foto: http://www.myrmnews.com/situsberita/index.phppilih=wawancara&id=14&page=6
Siti Fadilah Supari Lahir: Solo, Jawa Tengah 6 November 1950 Jabatan: Menteri Kesahatan RI Agama : Islam Suami : Ir Muhamad Supari Anak : Tiga orang Pendidikan: S-1, Fakultas Kedokteran Universitas Gajahmada (FK-UGM), Yogyakarta, 1976 S-2, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Jakarta, 1987 S-3, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Jakarta, 1996 Pengalaman kerja: Dosen: Staf Pengajar Bagian Kardiologi FK-UI Jakarta Ahli Jantung: Praktek di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta Aktivitas: Giat dalam kegiatan seminar maupun penelitian Alamat Kantor: Departemen Kesehatan RI Jalan H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Kuningan, Jakarta Selatan
Pada 20 Oktober 2004, ia ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memimpin Departemen Kesehatan. Ia mengaku terkejut karena ditunjuk menjadi menteri. Serah terima jabatan menkes dari Achmad Sujudi ke Siti Fadilah dilakukan di Jakarta, 21 Oktober 2004. Film kaleidoskop Departemen Kesehatan tahun 1999-2004 diputar pada acara tersebut. Selain itu, Achmad Sujudi juga menyerahkan 32 buku yang berisi kegiatan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang dihasilkan serta memori jabatan yang diharapkan dapat menjadi acuan kebijakan selanjutnya. Ia mengakhiri pengiriman virus flu burung ke laboratorium WHO pada akhir 2006 karena ketakutan akan pengembangan vaksin yang lalu dijual ke negara-negara berkembang, dengan Amerika mendapat keuntungan dan Indonesia tidak mendapat apa-apa. Setelah itu, ia berusaha mengembalikan hak Indonesia. Pada tahun 2007, Siti Fadilah meneruskan pengiriman, namun akhirnya dihentikan kembali. Pada Maret 2007, ia menuding Askes tidak menyalurkan klaim rumah sakit sesuai dengan permintaan dalam rapat di Dewan Perwakilan Rakyat. Pada Mei 2008, ia menjamin bahwa Indonesia dapat memproduksi vaksin flu burung sendiri. KONTROVERSI Buku : Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung Pada tanggal 6 Januari 2008, Siti Fadilah merilis buku Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung yang berisi mengenai konspirasi Amerika Serikat dan WHO dalam mengembangkan "senjata biologis" dengan menggunakan virus flu burung. Bukunya dianggap membongkar konspirasi WHO dan AS[2] Siti Fadilah "membuka kedok" World Health Organization (WHO) yang telah lebih dari 50 tahun mewajibkan virus sharing yang ternyata banyak merugikan negara miskin dan berkembang asal virus tersebut.[3] Buku ini menuai protes dari petinggi-petinggi WHO dan AS. Buku edisi Bahasa Inggris ditarik dari peredaran untuk dilakukan revisi,[4] sedangkan buku edisi Bahasa Indonesia masih beredar dan memasuki cetakan ke-4. Berikut adalah sebagian kutipan dari apa yang tertulis di buku tersebut. | “ | Namun ironisnya pembuat vaksin adalah perusahaan yang ada di negara-negara industri, negara maju, negara kaya yang tidak mempunyai kasus flu burung pada manusia. Dan kemudian vaksin itu dijual ke seluruh dunia juga akan dijual ke negara kita. Tetapi tanpa sepengetahuan apalagi kompensasi untuk si pengirim virus, yaitu saudara kita yang ada di Vietnam. | ” | | “ | Mengapa begini? Jiwa kedaulatan saya terusik. Seolah saya melihat ke belakang, ada bayang-bayang penjajah dengan semena-mena merampas padi yang menguning, karena kita hanya bisa menumbuk padi menggunakan lesung, sedangkan sang penjajah punya mesin sleyp padi yang modern. Seolah saya melihat penjajah menyedot minyak bumi di Tanah Air kita seenaknya, karena kita tidak menguasai teknologi dan tidak memiliki uang untuk mengolahnya. Inikah yang disebut neo-kolonialisme yang diramal oleh Bung Karno 50 tahun yang lalu? Ketidak-berdayaan suatu bangsa menjadi sumber keuntungan bangsa yang lain? Demikian jugakah pengiriman virus influenza di WHO yang sudah berlangsung selama 50 tahun, dengan dalih oleh karena adanya GISN (Global Influenza Surveillance Network). Saya tidak mengerti siapa yang mendirikan GISN yang sangat berkuasa tersebut sehingga negara-negara penderita Flu Burung tampak tidak berdaya menjalani ketentuan yang digariskan oleh WHO melalui GISN dan harus patuh meskipun ada ketidak-adilan?
NAMRU - 2
Kerjasama Indonesia dan Namru-2 sudah dimulai sejak 30 tahun lalu ketika ada wabah pes, dan kemudian Indonesia meminta bantuan AS untuk mengatasi wabah pes tersebut. Namun pada tahun 2000 kontrak kerjasama dengan Namru-2 telah habis, dan kini hendak diperbarui. Namun Nota Kesepahaman mengalami kemacetan pada tahun 2005 karena pihak Namru-2 meminta kekebalan diplomatik untuk 70 orang stafnya. Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, Laboratorium Namru di negara lain tidak ada yang memiliki kekebalan diplomatik. "Lha ini kok aneh, Indonesia saking baiknya sampai mereka berani minta kekebalan diplomatik untuk 70 orang. Nanti bagaimana mengontrolnya?" kata Menkes Siti Fadilah beberapa waktu lalu. Keberatan Indonesia soal permintaan kekebalan diplomatik tersebut didasarkan pada kekhawatiran tidak akan bisa mengontrol gerak para peneliti Namru-2. Sehingga dugaan kemungkinan dibuatnya senjata biologi pun berkembang. Apalagi selama ini Namru-2 bebas mengakses atau mendapatkan virus dan spesimen dari ratusan titik Rumah Sakit di Indonesia. "Jangan sampai itu dari negara kita dan diriset, malah itu nanti bisa dipakai untuk memusnahkan, sedangkan virus flu burung di Indonesia itu strainnya paling ganas," kata Irvan Edison.
| Penghargaan1987, The Best Investigator Award dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1988, Best Young Investigator Award dalam Kongres Kardiologi di Manila, Filipina. 1994, The Best Investigator Award pada Konferensi Ilmiah tentang Omega 3 di Texas, Amerika Serikat. 1997, Anthony Mason Award dari Universitas South Wales. Selain itu ia menerima pula beberapa penghargaan dari Amerika dan Australia. Tak kurang dari 150 karya ilmiahnya telah diterbitkan dalam jurnal lokal, regional, dan internasional. Sumber :
WIKIPEDIA INDONESIA http://id.wikipedia.org/wiki/Siti_Fadilah ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/20/20411045/sby.diminta.tinjau.kembali.namru-2 FOTO:
Yahoo.com http://www.derap.net/index.php?option=com_content&view=article&id=97:siti-fadilah-namru-harus-pulang&catid=42:berita&Itemid=61 Kira-kira bisa nggak ya ibu ini dijadikan kandidat CAPRES 2009 nanti? Layakkah? Pertimbangan saya pribadi karena negeri kita kekurangan tokoh yang berani say no sama si Evil Power that rules the world. Sampai saat ini track record nya yang terlihat di media masih baik-baik saja dan malah lebih berani dari tokoh laki-laki yang ada di negri ini. Hmmm kalo layak, ada nggak ya partai yang mencalonkan ibu yang satu ini?
|  | Tiang pemancar ini memiliki tampilan seperti pohon yang merana, yang hanya punya sedikit daun. Tiang ini berada di kota Cianjur, Entah merupakan kebijakan kota setempat atau kreasi dari si empunya tiang pemancar tersebut kamuflase itu dipakai dengan bentuk pohon. Bisa nggak ya kamuflasenya bentuk lain? |
|  | Taman Menteng berada pada lokasi yang dulunya adalah tempat stadion persija berada. Diresmikan pada 28 april 2007 oleh gub. Sutiyoso mengakhiri kontroversi terhadap pembongkaran stadion persija tersebut. Merupakan salah satu taman yang 'elit' di Jakarta yang dapat diakses oleh masyarakat umum setiap harinya. Patut dicoba dan dinikmati! |
|  | Terletak disekitar jalan Petak Baru dan dibawah Fly Over yang menghubungkan perempatan Stasiun Kota ke arah barat. Pasar ini merupakan salah satu pusat grosir di Jakarta. Barang yang dijajakan; alat tulis kantor (ATK), perlengkapan olah raga, perlengkapan bayi, mainan, assesoris, kertas, tisu, sebangsa sabun-sampo-dsb, poster, bahan jahit (lt. 02), buku mewarnai, tas, gift thing dan lain sebagainya. Mau beli grosir atau eceran (barang tertentu) bisa tapi harga jadi beda. Kalau yang mau punya anak pertama saya saranin belanja perlengkapan bayi deh disini, harga lebih murah banget daripada di kerefur dengan merek yang sama...ehm promosi. Kalau mau kesini dan bawa mobil saya saranin datengnya pagi jam 9.00 hari sabtu biar parkirnya gampang. |
|  | Kalau inget dulu, buku pelajaran sekolah bisa dipakai turun temurun, maksudnya nggak setiap tahun ganti. Yang wajib dibaca adalah buku terbitan Balai Pustaka sebagai buku pegangan sekolah. Sekarang ini buku pegangan sekolah setiap tahun ganti nggak bisa turun temurun walhasil beban orang tua murid nambah. Penyebabnya; depdiknas, kanwil sampe ke guru yang pada ngobjek atau perlombaan para penerbit untuk mendekati sekolah bersangkutan ???? Siapa bilang sekolah murah????? |
Link: http://www.gutenberg.org/wiki/Main_PageBagi pecinta ebook ada link ebook gratis yang berisi buku2 jadul. Buku-buku disini merupakan buku yang mana secara hak cipta sudah menjadi buku legal untuk diduplikat oleh siapa saja (soalnya dah jadul banget) dan tentunya pengarang terkenal pun ada disini. Silahkan mencoba
What's Goin On By Marvin Gaye Emaj7 C#m Mo ther, mother, there's too many of you crying Emaj7 C#m Br other, brother, brother, there's far too many of you dying F#min You know we'ver got to find a way B7 To bring some lovin' here today, hey
Emaj7 C#min Father, father, we don't need to escalate Emaj7 War is not the answer, for only love can conquer[C#min7} hate F#min You know we've got to find a way B7 To bring some lovin' here today
CHORUS #1: F#min B7 Pi cket lines(brother) and picket signs(sister)
F#min B7 Don't punish me(brother) with brutality(sister)
F#min B7 Talk to me,(brother) so you can see(brother) Emaj7 C#m Oh what's go ing on, what's g oing on Emaj7 C#m Yeah, wha t's going on, ah, what's g oing on
Cmaj7 B7 Ah hh....(right on),Ahhhh (2x)'s
Mother, mother, everybody thinks we're wrong Ah but who are they to judge us Simply 'cos our hair is long Ah you know we'ver got to find a way To brind some understanding here today CHORUS #2: Picket lines and picket signs Don't punish me with brutality Talk to me, so you can see What's going on, yeah what's going on Tell me what's going on, I'll tell you what's going on
Mercy mercy me by Marvin Gaye
Woo ah, mercy mercy me Ah things ain't what they used to be, no no Where did all the blue skies go? Poison is the wind that blows from the north and south and east Woo mercy, mercy me, mercy father Ah things ain't what they used to be, no no Oil wasted on the ocean and upon our seas, fish full of mercury Ah oh mercy, mercy me Ah things ain't what they used to be, no no Radiation under ground and in the sky Animals and birds who live nearby are dying Oh mercy, mercy me Ah things ain't what they used to be What about this overcrowded land How much more abuse from man can she stand? Oh, na na... My sweet Lord... No My Lord... My sweet Lord
KAMUFLASE YANG BAIK Foto yang aku ambil tahun 2006 sepenggal bagian dari tol yang menuju ke bandara. Sebelum melihat foto ini, aku pikir deretan tanaman pohon bakau yang menutupi pandangan sepanjang jalan tol adalah hutan bakau yang menutupi daratan antara jalan tol dan laut Jawa. Ternyata hanya sebuah pagar pandangan yang menutupi 'sesuatu' dibalik pagar tersebut. Dan 'sesuatu' itu adalah perumahan kelas atas!, wah hebat ya hehehe.
KEBENARAN dan KEKUASAAN TRUTH and POWER
Suatu Pertanyaan datang kembali setiap kali saya berdebat mengenai suatu masalah yang tiada berujung. Apakah esensi dari segala perdebatan? Satu kata! 'Kebenaran'. Kebenaran dari setiap otak yang berfikir, mulut yang berucap dan berakhir pada tindakan yang merubah!.Kebenaran dari setiap apa yang diyakini walau pada akhirnya dapat juga menjadi ragu atas kebenaran itu sendiri. Berfikir mengenai kebenaran, pendapat yang saya yakini benar adanya menurut saya hingga saat ini adalah bahwa kebenaran selalu dan akan tidak terlepas dengan kekuasaan. Secara sederhana diartikan bahwa siapa atau apa yang berkuasa, ia lah yang benar. Penilaian kebenaran yang berkaitan dengan keyakinan atau agama di sini saya lihat sebagai produk olah pikir manusia bukan suatu yang dapat disamaratakan antara satu sama lain. Seperti secara sederhana bila kita berbicara masalah keyakinan antara saya dengan anda atau orang lain tentunya sudah berbeda dan bila pun dengan label yang sama kadangkala terjadi juga perbedaan pandangan dan presepsi itu sendiri terhadap keyakinan atau agama. Jadi saya mengambil kesimpulan dalam pandangan sosial bahwa keyakinan sebagai suatu produk sosial. Dalam skala negara atau sosial, ketika berbicara suatu negara tentunya juga berbicara mengenai kekuasaan yang disalurkan melalui aspek legalitas yang bernama ’hukum’. Hukum sebagai atauran main dalam bermasyarakat memiliki kekuatan yang mengikat dengan segala konsekuensinya. Antara satu negara dengan negara lain, aturan dalam hukum pun berbeda-beda. Dan hukum merupakan suatu pembenaran atas kebenaran. Sebagai contoh di Belanda khususnya Amsterdam, yang tentunya banyak yang mengetahui bahwa ada tempat-tempat yang mebenarkan adanya praktek usaha prostitusi dan penggunaan narkoba secara terbuka (contoh Red Light District), bahkan pemakai dan pengedar di daerah tersebut dilindungan secara hukum atas kebenaran yang mereka lakukan. Di sini terlihat kebenaran yang terjadi bersinggungan atau bersetubuh dengan kekuasaan pada skala negara. Kita (yang mungkin merasa beriman, ehm) tidak bisa mengatakan kondisi tersebut salah karena kita tidak berkuasa atas kondisi tersebut. Atau contoh lain pada negara lain adalah pembenaran atas perkawinan sesama jenis yang bagi sisi subyektifitas dengan latar keyakinan atas kepercayaan yang saya anut mengatakan itu tidak benar tapi kekuasan berkata lain. Kita akan menemukan keterkaitan kebenaran dan kekuasaan pada setiap negara yang ada dengan penerapan kebenaran yang tentunya berbeda-beda. Yang sama adalah, hukum sebagai alat untuk menyatakan kebenaran tersebut. Dan harus diingat lagi bahwa hukum merupakan produk manusia. Dan tentunya dengan kekuasaan pula hukum itu dapat dibuat. (pesannya adalah: jangan mengkultuskan hukum suatu negara, karena toh ia adalah produk sosial yang dapat berubah) Apabila berbicara demokrasi atau konsensus atau anything else yang dianggap ideal, ujung-ujungnya adalah suara terbanyak atau mayoritas atau paling kasar adalah dominasi. Pertanyaannya adalah; ”apakah kebenaran dalam artian tersebut dapat dijadikan patokan?, kenapa? Bayangin saja kalau suara mayoritas adalah kumpulan bajingan dan para pejahat..kemudian yang terjadi? Just think about it. Berbicara pada skala negara, kesimpulannya adalah tidak ada negara yang bisa dijadikan contoh yang baik (precedent) atas nama kebenaraan yang tidak berkaitan dengan kekuasaan dan itu pasti!. Baik di negara maju sekalipun dilihat dari hukum yang mereka buat untuk rakyat mereka sendiri atau kebijakan terhadap negara lain (contohnya: the almighty super power country, mister uncle sam...[pah!]: ”in the name of democracy, human right and freedom of speak, shall we kill their people[including women and children], rape their motherland and insult their idelogy and belief.) Sifat kebenaran hakiki itu imajiner apalagi kalo dilihat dari skala negara.....sangat naif kalo bisa melihat suatu negara yg bisa dijadikan precedent atas nama kebenaran hakiki or kebenaran universal or anything else! Berbicara pada skala individu, kebenaran bagi saya tetap berkaitan dengan kekuasaan. Sebagai contoh kebenaran yang saya yakini belum tentu merupakan kebenaran yang orang lain yakini karena orang lain tidak berkuasa atas saya dan sebaliknya. Yang berkuasa atas individu adalah ”mind” atau mungkin bisa dikatakan dengan pikiran individu-individu yang mampu mengontrol material tubuh. Ketika ada hirarki kekuasan yang lebih tinggi atas diri kita tentunya mind kita akan mengakui kebenaran atas kekuasaan tersebut walaupun bisa dikatakan aspek jiwa kita bertolak belakang. Bila lebih dalam lagi dapat saya katakan bahwa jiwa dapat bebas atau tidak terikat oleh mind yang mengontrol material tubuh tapi tetap secara sosial yang menjadi tolak ukur adalah mind dan material tubuh kamu. Contohnya ketika kita di penjara tentunya tubuh dan diri kita secara sosial tetap berada pada penjara walaupun jiwa kamu pada sikap mental tertentu dapat merasa bebas. Konteks keyakinan merupakan karakter individu. Setiap keyakinan individu berbeda-beda walaupun dia berada dalam satu kepercayaan atau agama. Kalau di agama saya takaran akan keimanan antar individu berbeda-beda. Keyakinan sendiri berasal dari kekuasaan pikiran yang mengontrol material tubuh, sehingga seberapa kekuasaan keyakinan tersebut akan pikiran kita seberapa besar pula kontrolnya terhadap tubuh kita. Pembentukan keyakinan itu sendiri tidak lepas dari doktrinasi baik secara sadar maupun tidak sadar dari lingkungan kita dari mulai lahir sampai mati (ya mungkin bisa dibilang seperti kekerasan simboliknya si Bordeau...sosiolog Prancis). Contoh mengenai kekuasan pikiran terhadap material tubuh adalah seperti yang banyak terjadi (mana datanya?) di Jepang ketika tingkat depresi yang tinggi (sementara ini bisa dikatakan begitu: apa yang dimaksud dengan depresi???) kecenderungan untuk bunuh diri tinggi. Pikiran mereka mengontrol dan berkuasa atas tubuh material sehingga mengambil keputusan untuk menghentikan kegiatan tubuh secara biologis. Atau misalnya orang yang disiksa untuk membenarkan keinginan penyiksanya pada titik tertentu orang tersebut mengakui kekuasaan penyiksanya untuk medapatkan pembenaran atas tubuh dan pikiran. Tetapi bisa juga bila berbicara keyakinan dengan keimanan tingkat tinggi segala bentuk penyiksaan yang terjadi sudah melepaskan hubungan antara tubuh dan pikiran rasionalnya sehingga pembenaran atas kekuasaan untuk suatu kebenaran sifatnya sudah tidak pada ranah dunia atau materi sosial. (kira-kira yang baca mengerti apa nggak ya? hehehehe) Kesimpulannya adalah; ketika berbicara mengenai kebenaran itu merupakan hal yang sangat relatif dan tidak terlepas dari lingkungan sosial yang ada dan kekuasaan yang menaunginya. Kebenaran dan norma merupakan produk kontekstual manusia tergantung ruang dan waktu. Suatu pertanyaan muncul; ”seberapa benarkah kebenaran yang kita miliki dalam kekuasan pikiran kita masing-masing yang mampu menemani selama hidup kita? Dan apakah kita akan terus mencari kebenaran itu sendiri? Ataukah mengikuti kebenaran yang ada?”.
|  | Wah nih cuba-cuba ngambil gambar isi pasar waktu belanja sama istri. Asik lho belanja di pasar tradisional, nggak nawar aja udah murah hehehe.Tapi pas puasa kayaknya males nih......ya udah deh selamat menikmati gambarnya kalau berkenan |
 | Buku tamu | |
 | mencurigakan ini, omku dari mana yak? |
 | mampir mas lama nggak nyambang |
 | mampir mas lama gak nyambang |
 |
ekohm wrote on Dec 17, '09 mampir diluk..
inguk-inguk... |
 |
ekohm wrote on Jun 26, '09 cukup mp wae lah.. fb ribet.. kakean akun malah sutris .. |
 |
ekohm wrote on Jun 26, '09 heuheu,,.... met pagi juga ... *loh lha yen aku maen fb, mp sing maen sopo nuh... :D |
 |
ekohm wrote on Jun 23, '09 |
 | hai ! terima kasih komen-nya.... ( ning kok telat banget ki aku.... maaaaaap ) |
 |
ekohm wrote on May 25, '09 |
 |
ekohm wrote on May 25, '09 makanya jangan ngeFB mulu.. fb haram looh.. :D |
 |
ekohm wrote on May 6, '09 |
 | thanx for comment'nya om... |
 | permisi ya, salam kenal, blognya informatif sekali. mungkin minat juga, mau buat gantungan kunci, kalung, pin dengan nama kamu? yang harganya murah? yang bisa didisain sendiri? ayo mampir ke siteku..! http://gantungankuncipin.multiply.com/trimakasi ya |
 |
ekohm wrote on Dec 31, '08 selamat.,.. anda berhak menikmati malam ini dengan sesuka anda,.. sesuai peraturan yang berlaku :-p.,. .,... ada janji terlewati.,. maafkan.,. bila itu terjadi pada kamu kamu kamu... oleh aku aku aku.,. -reserved-
enaknya minum wedang jahe yah yah,..,... ~_^ ╔══╦══╦══╦══╗ ╚═╗║╔╗║╔╗║╔╗║ ╔═╝║║║║║║║╚╝║ ║╔═╣║║║║║╠═╗║ ║╚═╣╚╝║╚╝╠═╝║ ╚══╩══╩══╩══╝ .,.,...,...........,.,... ~_* |
 |
ekohm wrote on Dec 11, '08 met tugas.,......,,,..,.........
...,.,,.... the kalongs was here...
-reserved- .......,....,......,,,........ ^_^ |
 |
ekohm wrote on Dec 3, '08 hei hei the kalongs was here :-)
~_* |
 |
ekohm wrote on Oct 20, '08 mampir sejenak,..... blogwalking tementemen mp,..... |
| |